Bab 2 LISTRIK DINAMIS
1.
ARUS LISTRIK
Arus listrik (I) yang mengalir melalui penghantar didefinisikan sebagai banyaknya
muatan listrik (Q) yang mengalir setiap satu satuan waktu (t).
|
|
Secara matematis dapat
dituliskan:
I = arus listrik (A) Q = muatan listrik (C) t = selang waktu |
2.
Hukum Ohm
Hukum ohm digunakan untuk menentukan hubungan arus
listrik dan tegangan dalam sebuah hambatan.Hukum ohm sendiri berbunyi: “Kuat arus yang melalui penghantar sebanding
dengan beda potensial pada kedua ujung penghantar”.
Misalnya pada sebuah rangkaian yang terdiri lampu dan
baterai, lampu yang dinyalakan dengan satu buah baterai akan menyala redup,
dengan tiga baterai lebih terang, karena arus yang mengalir lebih besar. Jadi
semakin besar beda potensial semakin besar pula arus listrik yang dihasilkan.
Nilai perbandingan beda potensial dengan arus listrik
yang mengalir merupakan nilai resistansi (hambatan) yang dimiliki oleh
penghantar dan nilainya tetap. Secara matematis hukum ohm dapat ditulis :
|
V / I = R
atau V = I . R
Keterangan :
V = beda potensial, satuan volt (V)
I = kuat arus listrik, satuan ampere (A) R = hambatan listrik, satuanohm (Ω) |
1 kilo ohm = 103 ohm
1 mega ohm = 106
ohm
3.
Hukum I Kirchoff
Hukum I Kirchoff digunakan untuk Menghitung Kuat Arus pada Rangkaian
tidak Bercabang
Hukum kirchoff
berbunyi:
Pada rangkaian listrik seperti gambar di samping, arus listrik
keluar dari kutub positif sumber tegangan lalu mengalir melalui ampermeter A → ampermeter B → lampu → ampermeter
C → ampermeter D → kutub negatif sumber tegangan.
Didalam rangkaian tidak terdapat percabangan, sehingga kuat arus
yang ditunjukkan oleh ke empat ampermeter sama besar atau I1 = I2
= I3 = I4
kirchoff untuk
arus listrik bercabang berbunyi:
“Jumlah kuat arus yang masuk pada titik percabangan sama dengan
jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan tersebut”.
SELENGKAPNYA DOWNLOAD !! BY ADOLPH S.Y. PAY

Tidak ada komentar:
Posting Komentar